Light Dark
Single

Detail Berita - Pasmar 3

Thumb

Mako Pasmar 3 Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2025

Mako Pasmar 3 Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2025

TNI AL, Dispen Kormar Sorong. Asintel Danpasmar 3 Kolonel Mar Ernst Rikumahu, CRMP., pimpin langsung upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2025 bertempat di lapangan apel Mako Pasmar 3, Kesatrian Marinir Agoes Soebekti, Jl.Sorong-Klamono, Km.16, Distrik Klaurung, Kota Sorong, Papua Barat Daya. Senin (02/06/2025).

Dengan mengusung tema nasional, "Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya", dan diikuti seluruh prajurit petarung Denmako Pasmar 3 baik Perwira, Bintara maupun Tamtama serta prajurit Remaja angkatan XLIV gelombang 1.

Pada kesempatan tersebut, Asintel Danpasmar 3 menyampaikan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia Prof. KH Yudian Wahyudi, bahwa "Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Dalam semangat memperkokoh ideologi Pancasila, izinkan saya mengajak kita semua merenungkan kembali bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia," ujarnya.

BPIP sebagai lembaga yang bertugas membina dan memperkuat ideologi Pancasila terus berkomitmen menghadirkan berbagai program strategis dari pembinaan ideologi di lingkungan pendidikan, pelatihan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan aparat negara, penguatan kurikulum Pancasila, hingga kolaborasi lintas sektor untuk mengarusutamakan Pancasila di berbagai lapisan masyarakat.

âMari kita jadikan Hari Lahir Pancasila ini bukan sekedar seremonial, tetapi momen untuk memperkuat komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur bangsa. Jadikan setiap langkah, setiap kebijakan, setiap ucapan dan tindakan kita sebagai cerminan dari semangat Pancasila. Kita ingin Indonesia yang maju bukan hanya secara teknologi, tetapi juga secara moral. Kita ingin Indonesia yang sejahtera bukan hanya dalam angka statistik, tetapi juga dalam rasa keadilan dan persaudaraan," harapnya.