TNI AL, Dispen Kormar Sorong. Asisten Operasi (Asops) Danpasmar 3 Letkol Mar Supriyadi, M.Tr.Hanla., menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan strategi penanggulangan bencana yang digelar bersama sejumlah instansi terkait, bertempat di Ballroom Lantai 5 Amethyst Meeting Room, Rylich Panorama Hotel, Jl. Sam Ratulangi No.55, Klasuur, Distrik Sorong, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (03/09/2025).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Papua Barat Daya Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dr. George Yarangga, A.Pi., M.M., dengan mengusung tema Sinergi Membangun Kesiapsiagaan Menuju Papua Barat Daya yang Tangguh Bencana.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Gubernur, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos., menekankan bahwa pelaksanaan FGD dan penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) kali ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana alam. Selain itu juga untuk menjamin terselenggaranya penanggulangan bencana yang terpadu, terkoordinasi, menyeluruh, dan berkelanjutan, membangun partisipasi dan kemitraan antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, serta mendorong semangat gotong royong guna meminimalisir dampak dan kerentanan masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Karo Ops Polda Papua Barat Daya, Pasi Ops Korem 181/PVT, perwakilan BMKG Kota Sorong, serta tim ahli pendamping dari Inovasi Ketahanan Komunitas (INANTA) Makassar.
Dalam kesempatan tersebut, Asops Danpasmar 3 menegaskan komitmen Korps Marinir khususnya Pasmar 3 dalam mendukung pemerintah daerah dan instansi terkait pada upaya penanggulangan bencana. Hal ini selaras dengan tugas pokok TNI Angkatan Laut pada Operasi Militer Selain Perang (OMSP), salah satunya membantu pemerintah dalam penanggulangan bencana alam.
Melalui FGD ini kita dapat menyatukan pemikiran, menyusun langkah bersama, serta memperkuat koordinasi lintas sektor. Pasmar 3 siap mengerahkan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki guna membantu masyarakat saat terjadi bencana,â tegasnya.
Selain diskusi interaktif, FGD ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai unsur seperti BPBD, Basarnas, Kepolisian, TNI, dan akademisi yang membahas strategi pencegahan, mitigasi, hingga pemulihan pascabencana.
Dengan adanya forum ini diharapkan tercipta kesamaan persepsi, sinergi, serta rencana aksi terpadu dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Papua Barat Daya dan sekitarnya.